banner 728x250

18 Tahun Berlalu Ikatan Alumni Thn 2003 SMAN I Peureulak MasihTerjalin Kuat

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Aceh Timur, Teriknya matahari siang yang menyilaukan mata dan membakar kulit, debu beterbangan terhempas laju kenderaan dipinggiran kota kecil yang tercatat dalam sejarah sebagai sebuah pusat Kerajaan Islam pertama di asia tenggara, ya Peureulak nama yang sudah berikan untuk kota kecil di Kabupaten Aceh Timur, banyak bangsa sejarah dimulai dari kota ini, mulai dari kota ini, mulai dari abad ke 8 Masehi dimana penduduknya telah memeluk Agama Islam hingga Terbentuk Kerajaan Pertama yang salah satu Rajanya paling Masyhur adalah Sultan Said Maulana Alaidin Syah yang kemudian diabadikan menjadi nama salah satu Rumah Sakit Umum di Peureulak yaitu RSAS, bukan hanya itu banyak sejarah terjadi wilayah kota kecil ini hingga yang terahir menjadi tempat peling sengitnya perlawanan Bangsa Aceh menuntut kemerdekaan kala itu dimana daerah lain sudah banyak yang menyerah namun pasukan perlawanan dari GAM wilayah Peureulak tercatat paling sedikit yang menyerah.  Tentu sejarah panjang membentuk karakter masyarakat itu sendiri yang mana hingga kini terlihat kuatnya rasa persaudaraan dan kesatuan dalam kepedulian antar sesama.

foto bersama anggota alumni SMA sambil mengunng semua teman hadir

Disudut kota itu beberapa orang berkumpul, mereka tergabung dalam ikatan persaudaraan Alumni SMA N I Peureulak, saling mengunjungi kala ada teman yang musibah atau kemalangan dan kegiatan lain tentunya, rasa saling peduli tanpa Pamrih inilah yang terus dijaga sebagaimana saat masih saat mengenyam pendidikan dahulu, meski sekarang sudah disibukan dengan berbagai kegiatan dan kesibukan masing-masing dengan latar belakang yang berbeda.

BACA JUGA : Pacaran dengan Pria Beristri, Seorang Siswi di Aceh Melahirkan Disekolah

Kabar Gembira untuk Mahasiswa, Pemerintah Aceh Buka 2.120 Peluang Beasiswa Berbagai Jurusan

“Kita berkumpul  menunggu kawan-kawan untuk mengunjungi keluarga teman yang sedang musibah, kata Adrian. Ya bang setiap ada anggota alumni yang musibah kita rutin menginjungi walaupun mungkin kami gak bisa hadir di hari pertama lanjut Syarkawi, tak ketinggalan Lia Muliana melanjutkan walaupun sibuk teman yang sedang musibah, yang ada hajatan, sakit dan lainnya kami kunjungi semua asal teman juga tidak tutup mata saat anggota lain di timpa Musibah.

BACA JUGA : Golongan Ahli Sedekah Yang Dilempar Kedalam Neraka

Saat Sujud Shalat Subuh Imam Mesjid dan Istrinya Dibacok Dengan Arit

Semua kegiatan ini kami lakukan untuk menjaga persaudaraan kami walaupun  sekarang sudah berpencar kemana-mana kata Rika yang di lanjut Farida Hanum saat ada rencana kunjungan teman2 yang tergabung dalam grup secara suka rela membantu dana. Ya kita dan bahkan juga  teman yang di luar daerah juga diluar negeri juga kirim santunan kata hanum dan Lia kompak. Begitulah suasana  mereka dikonfirmasi media ini ketika hendak berangkangakt mengunjungi salah satu Anggota Yaitu Barmawi yang Mertuanya meninggal dunia di Gampong Paya Bujok Tunong, Langsa. Terlihat  jelas rasa kekeluargaan dan kekompakan penuh canda disana.

Sesampai ditempat musibah setelah sebentar melepas penat karena jauhnya perjalanan, Tgk Muhajir yang melanjutkan Pendidikan ke salah satu dayah di Bidok memimpin teman2 untuk membacakan Takziah Tahlil, untuk Alm. Bapak Sujitno Bin Abdurrahman yang merupakan Mertua dari Barmawi. Lebih lanjut Muhajir mengajak agar teman2 yang telah bergabung sebaiknya mengadakan pengajian rutin minimal sebulan sekali dan saya bersedia mengisi pengajian tersebut dengan suka rela kata Muhajir.

Setelah takziah, rombongan kembali larut dalam suasana yang seru dan saling berbagi pengalaman, Afrizal salah satu anggota yang sekarang bertuga di Koramil Petir menyampaikan, sebagai anggota TNI Aktif mungkin dia tidak selalu bisa hadir tapi terus memberi dukungan kepada teman2 karena ini adalah kondisi kekompakan yang harus dijaga kata Afrizal dengan gaya tegasnya mencerminkan sikap seorang perajurit yang punya integritas.

Menanggapi ajakan mengadakan pengajian Barmawi menanggapi siap memberikan tempat, tapi kalu perlu kita adakan di Aula SMA N I Peureulak nanti akan saya coba komunikasikan denga Kepsek nya kata barmawi yang sekarang kebetulan manjabat sebagai ketua Komite di sekolah tersebut. Boleh asal ini berkelanjuta sambung Safrijal yang dipanggil toke kayu oleh teman2nya. Begitulah suasana dalam kelompok ini tak ada embel-embel apapun dan ini selalu kita jaga kata anggota lainnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *