banner 728x250

Banta : PT Medco E&P Malaka Terancam Dipidanakan Jika Terbukti Lalai

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Aceh Timur, Kejadian kebocoran yang menimpa Warga Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam Aceh Timur, mendapatkan perhatian serius dari Muhammad Yunus (Banta) Anggota Komisi V DPRA fraksi Partai Demokrat, perhatian tersebut datang langsung kelokasi kejadian dan melihat langsung korban yang saat ini sudah diungsikan di Kantor Camat Banda Alam. Jumat, (9/4/2021)

Masyarakat saat di kantor Camat Banda Alam

“Bicara kebocoran gas di Sumur Minyak Gas Alue Siwah dari PT Medco E&P Malaka, ada kemungkinan bahwa pipa tidak menyambung atau ada celah yang menyebabkan gas H2S bocor sehingga dihirup oleh warga Gampong”Ucapnya di lokasi kejadian.

BACA JUGA :  Puluhan Warga Tumbang Akibat Kebocoran Gas, Ini Tanggapan PT Medco 

Kami dari DPRA akan segera melaporkan kejadian ini kepada instansi pemerintah terkait, pemerintah daerah dan kepolisian terkait kejadian yang terjadi hari ini yang mengakibatkan puluhan warga menjadi korban akibat kekurang hati-hatian proses pekerjaan Sumur minyak dan Gas Alue Siwah.

“Kami juga akan terus mengawal permasalahan ini, jika diperlukan kami akan membentuk pansus terkait permasalahan-permasalahan di medco ini, bahkan tidak menutup kemungkinan jika terdapat kesalahan SOP atau kelalaian dalam masalah ini akan kita proses secara hukum”

Banta juga menyebutkan dugaan yang terjadi dalam proses pengeboran atupun proses servis, katanya, harus ada standar operasi prosedur. “Pertanyaannya, apakah SOP sudah ditaati dan dijalankan oleh pekerja PT Medco? apabila ada proses-proses tidak dijalankan maka itu kesalahan.

“Jika semua tidak dijalankan perusahaan maka ada pelanggaran. Jika sudah dilakukan tetapi masyarakat mengabaikan ini yang jadi masalah juga.”imbuhnya

Ketika pengeboran atau perbaikan, katanya, harus ada sosialisasi dan pemberitahuan kepada masyarakat atau siapapun yang berada di sekitar proyek. Hal ini perlu dan penting sekali agar masyarakat di sekitar lokasi mengetahui kalau ada sesuatu sangat berbahaya bahkan mengancam nyawa kalau terhirup.

“harus perlu juga melihat analisa mengenai dampak lingkungan (amdal), apakah mengenai kerawanan dan bahaya kebocoran gas serta risiko terhadap masyarakat ini sudah sesuai. sehingga kemungkinan sampai gas bocor, antara lain, pipa terpasang tidak tepat dan terjadi kebocoran atau uap keluar” ujarnya

Sementara itu, pihak Muspika dan pemkab Aceh Timur saat ini fokus pada penanganan memberikan pertolongan kepada warga terdampak baik yang berada di lokasi pengungsian maupun yang saat ini berada d rumah sakit rujukan. (Ariss)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.