banner 728x250

Bongkar Sindikat Mafia Internasional, Polisi Tangkap 133 Kg Sabu Di Peureulak Aceh Timur

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIAPANCASILA– Aceh Timur-Aceh, Kerjasama Aparat kepolisian Polres Aceh Timur dan Polda Aceh serta pihak Bea dan Cukai Aceh, berhasil mengungkap jaringa mafia pengedar Narkoba tingkat internasional Indonesia-Malaysia, sebanyak 133 Kg Sabu diamanankan bersama seorang tersangka berinisial B alias DD di Gampong Lhok Dalam Peureulak Aceh Timur pada Jum’at 03/12/2021.

DD diamanakan bersama barang bukti sabu yang disimpan dalam 4 buah karung dan satu unit mobil jenis Terios, Barang haram mobil tersebut diakui DD adalah milik C, sementara dirinya hanya menerima dan menyimpan sementara dirumahnya.

Baca Juga : BNN tangkap 2 Tersangka dan Puluhan Kg Sabu di Aceh Timur

Awalnya personel satresnarkoba yang di pimpin Kasatresnarkoba Polres Aceh Timur Iptu novrizaldi melakukan penyelidikan dan menemukan satu unit mobil Daihatsu merek terios yang terparkir didepan tersangka DD rumah di Gampong Lhok Dalam, Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur, Ungkap Kapolda Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar didampingi Dir Narkoba Polda Aceh Kombes Pol. Ade Sapari, dan Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy dalam keterangan persnya di Aula Presisi Mapolda Aceh, Senin (6/12/2021).

Setelah dilakukan penggeledahan, dalam mobil tersebut ditemukan 3 buah karung yang berisikan 60 bungku teh china merek Guanyiwang warna gold namun didalamnya berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu.

“Kemudian dilakukan introgasi terhadap tersangka DD, ianya mengaku bahwa masih ada didalm rumahnya 4 karung lagi,” tuturnya Kapolda Aceh itu.

Berdasarkan  keterangan DD,  Anggota Satresnarkoba Polres Aceh Timur langsung melakukan penggeledahan dan menemukan 4 karung yang dimaksud tersangka. didalam karung tersebut berisikan 73 bungkus sabu.

“Kasus narkoba yang berhasil diungkapkan hari ini adalah dari jaringan internasional Malayasia – indonesia yang akan di distribusikan daerah Palembang dan Medan, namun kami berhasil menggagalkan, dan mengamankan seorang tersangka beserta barang bukti yang ditemukan dalam mobil sebanyak 60 kg, dan didalam rumah 73 kg, dengan total keseluruhan 133 kg,” Ujar Irjen Pol Ahmad Haydar.

Keseluruhan narkoba jenis sabu tersebut adalah milik C, yang disimpan dirumah DD atas perintah C yang kini ditetapkan sebagai DPO

“Tersangka yang ditangkap ini adalah selaku penerima dan penyimpan barang, sedangkan pemilik barangnya ada dua orang dan telah masukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” tambah Sang Jendral.

Baca Juga : Seorang Security ditemukan Tewas Tergantung di Peureulak Barat

Atas perbuatanya tersengka dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) dari Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat pidana penjara 5 tahun, paling lama 20 tahun dan terberat hukuman mati.

Diakhir keterangannya Kapolda Aceh menyatakan dari 133 kg sabu yang berhasil disita, pihaknya sudah  menyelamatkan 665 ribu jiwa generasi muda, selain itu dengan tegas Kapolda Aceh menyatakan Perang terhadap narkoba, kapanpun dan dimanapun, pihaknya berharap masyarakat ikut berperan aktif membantu pihak kepolisian dalam memberantas barang haram itu.

“Polda Aceh terus menyatakan perang terhadap narkoba sampai kapanpun. Jaringan selalu ada, kita selalu siap melakukan penindakan,” Tutup Kapolda Aceh itu. (BM)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *