banner 728x250

Bongkar Sindikat Penjualan Gajah Di Aceh Timur, Polisi Tetapkan 5 Orang Tersangka

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Aceh Timur, Kasus pembunuhan gajah yang merupakan satwa dilindungi berhasil di ungkap Aparat Kepolisian  Resor Aceh Timur, terungkap dimana hewan besar tersebut dibunuh dengan cara diracun dan gadingnya diambil untuk diperjual-belikan.

Sebelumnya Aparat Kepolisian  informasi dari masyarakat pada hari Minggu, 11 Juli 2021 tentang penemuan seekor satwa yang dilindungi jenis Gajah Jantan yang diperkirakan berusia 12-15 tahun dalam keadaan mati dan dengan kepala terpenggal di area perkebunan sawit PT Bumi Flora Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, M. Si yang didampingi Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.I.K., M.H, dalam siaran persnya, Senin (16/8/2021).

Winardy menjelaskan, setelah mendapati informasi tersebut, Satreskrim Polres Aceh Timur bersama dengan BKSDA Aceh melakukan olah TKP dan nekropsi yang selanjutnya dilakukan uji Labfor untuk mengetahui penyebab matinya gajah  tersebut.

Gajah Mati Dibunuh
Tim Puslabfor Mabes Polri, Satreskrim melakukan pengambilan sampel bagian organ tubuh gajah untuk kepentingan penyelidikan Aceh Timur, Minggu, 11 Juli 2021

Kepolisian Daerah Aceh  dibantu  Tim dari Puslabfor Mabes Polri, Satreskrim melakukan pengambilan sampel bagian organ tubuh gajah untuk dilakukan pemeriksaaan DNA untuk kepentingan penyelidikan.

Baca Juga : Bea Cukai Langsa Tangkap 1,5 Juta Batang Rokok Ilegal

Setelah dilakukan penyelidikan, alhasil tim Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Timur berhasil mengamankan lima pelaku yang terdiri dari satu orang yang melakukan pembunuhan satwa dan empat orang lagi pelaku yang terlibat dalam perdangangan bagian tubuh hewan yang telah dibunuhnya.

Benar, ada lima pelaku yang sudah kita amankan. Satu di antaranya dengan inisial JN alias DG (35) merupakan yang meracuni dan memotong leher satwa gajah tersebut,” ungkap Winardy.

Empat orang lagi, tambah Winardy, merupakan penjual atau yang memperdagangkan bagian tubuh satwa dilindungi tersebut. Masing-masing berinisial EM (41), SN (33), JZ (50), dan RA (46).

Selain itu, tambahnya lagi, satu orang ditetapkan sebagai DPO yang diduga ikut terlibat dalam tindak pidana tersebut.

Baca Juga : BNN Tangkap 100 Kg Shabu Di Aceh Timur

Para pelaku beserta barang bukti berupa hasil kejahatan dan alat-alat yang digunakan sudah diamankan oleh petugas untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

“Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf a dan Pasal 40 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Jo Pasal 55 KUHPidana,” pungkas Kabid Humas Polda Aceh. [BM]

Sumber : AFNEWS .CO.ID

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *