banner 728x250

Diduga Keluhan Petani Lamban di Tangani PT.Medco E&P Malaka, Ini Akibatnya…

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila-Aceh Timur, keberadaan bangunan Sumur Minyak dan Gas AR-1 di Lapangan Alur Rambong PT. Medco E&P Malaka Blok A, yang beroperasi di Gampong Mane Rampak, Kecamatan Julok. Aceh Timur. Mengalami sedimentasi tanah sehingga terjadi pengendapan di saluran air sawah (Lueng) petani di gampong tersebut.

Kondisi area pertanian di desa Mane Rampak sekitar lingkar tambang PT. Medko Malaka E&P Malaka.

Sedimentasi tersebut telah merugikan puluhan petani, dimana hasil panen kali ini turun drastis dan sebagian lagi malah gagal panen akibat air yang mengenangi areal persawahan yang tidak mengalir disebabkan pendangkalan saluran air yang berbatasan langsung dengan bangunan sumur minyak di lapangan alur rambong PT Medco.

BACA JUGA : Mantan GAM Eks Libya Berkumpul Di Pase, Ada Apa???

Tgk. M. Amin Mantan Tengku Imum Gampong Mane Rampak saat ditemui awak media, Kamis, (8/4/2021) yang juga pemilik sawah dilokasi tersebut menceritakan bahwa kendala yang dialami petani disini telah disampaikan oleh Keuchik kepada pihak PT Medco melalui lisan maupun tulisan. Namun, hingga saat ini belum ada penanganan sama sekali.

BACA JUGA : NASA Mengundang. Publik untuk Bergabung di Misi SpaceX Crew-2 Agency

“sebagai petani dampaknya jelas sekali, sudah tiga kali saya menanam benih padi, namun karena kondisi air di lokasi sawah membuat semuanya tidak berguna, alhasil ya untuk kali ini saya tidak bisa panen” ungkap M. Amin mengeluh.

BACA JUGA : Ini Sosok Muksin, Pria Asal Aceh Terduga Penjual Senjata ke Zakiah

Tgk. M. Amin menambahkan bahwa kami sungguh kecewa dengan PT Medco yang lamban menangani keluhan kami para petani, dan sampai saat ini kami masih menunggu iktikad baik dari pihak PT Medco untuk mengeruk segera.

“Padahai keun, seandainya PT Medco di angkot tanoh bak lueng, keun kamo jinoe hana rugo brat lagee nyoe. Ka dari bulen dua kamoe peugah bak awak medco nyan hana sapeu lom, kali nyoe na yang panen na yang hana (artinya, padahalkan, seandainya PT Medco mengeruk tanah di saluran air, kan kami petani (red) tidak mengalami kerugian berat seperti ini. sudah dari bulan satu kami bilang ke pihak medco itu, belum ada tindakan apapun, kali ini ya ada yang panen ada yang tidak” ungkapnya dalam bahasa aceh.

pada hari senin, (5/4) lalu, saat acara khanduri blang (sawah) awak media, juga telah menelusuri lokasi dan menemukan kondisi yang dikeluhkan oleh para petani terkait terjadinya sedimentasi sehingga mengakibatkan pendangkalan saluran air di sawah mereka.

Yusnilawati (44), Hermiwati (42), Nurhaida dan puluhan petani lainnya mebgeluhkan hal yang senada, mereka mengatakan bahwa hasil panen mereka turun drastis akibat air yang mengenangi lahan mereka yang tak kunjung surut, malahan ketika hujan air disawah bertambah dan sudah berlansung lama.

“kali ini hasil panen bisa di bilang gagal, biasanya yang empat rante luas sawah bisa 4-5 gunca atau sekitar satu ton. Malahan disini ada yang dibiarkan saja hasil panen ngak di potong lagi,” ujar yusnilawati.

Selain itu, Hermiwati menceritakan bahwa sawahnya tidak bisa di panen untuk kali ini akibat air sawah ini. sebutnya lagi, petani lain saat potong padi air disawah bisa sampai lutut.

“saya aja yang luas sawah sekitar 15 rante, kali ini yang bisa dipanen hanya sekitar 7 rante, biasanya dirumah kalo habis panen penuh padi. Kali ini setengahpun tidak ada” ungkap Nurhaida.

Sementara itu, siti hajar (55) saat ditemui dirumahnya mengaku sudah menyerah untuk menanam padi, sebelum ada perbaikan dari pihak medco sehingga sawah tidak lagi tergenang oleh air.

“saya sudah tidak berani untuk turun kesawah, karena sebelumnya sudah tiga kali kami menanam semuanya gagal” ujarnya.

Saat di konfirmasi kepada humas PT Medco E&P Malaka Blok A, Rahmatul Fitriadi melalui via telpon tidak bisa memberikan keterangan resmi sesuai dengan prosedur dari Perusahaan. namun tanggapan awal, ia akan di pelajari dulu terkait komplain yang masuk ke mereka.

“jika memang itu dari kita, kita akan bertanggung jawab. begitu juga longsor yang terjadi di lokasi lain kita selesaikan. biasanya kalo mekanisme komplain kita akan telusuri apakah ada surat, dan kita survei ke lokasi. Kalo untuk Gampong Mane rampak saya pelajari terlebih dahulu boleh ya bang.” ujarnya singkat.

Sementara dari pihak perusahaan Medco E&P Malaka sendiri hingga berita ini diturunkan belum memberikan konfirmasi apapun saat dicoba hubungi oleh awak media.(Ariss)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *