banner 728x250

Majelis Hakim PN Idi Vonis 20 th Anggota DPRK Bireuen

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIAPANCASILAAceh Timur, Masih ingat mantan anggota DPRK Bireuen tertangkap bawa 26 kg Shabu di Aceh Timur? Kini Majelis Hakim Pengadilan Negeri Idi memvonis masing-masing terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara, terkait kasus tersebut pada Selasa 20/11/2021. Selengkapnya klik DISINI

Sidang pembacaan putusan perkara dipimpin oleh Apriyanti, S.H.M.H. sebagai Hakim ketua dan dua Hakim anggota yaitu Khalid, AMD.,S.H. M.H dan Tri Purnama, S.H.

Persidangan berjalan lancar dibawah pengamanan aparat kepolisian dari Polres Aceh Timur dimulai jam 14.00 dan ditutup jam 15.20 wib.

Putusan Tak Sesuai Tuntutan Jaksa nyatakan Kasasi

Dalam putusannya majelis hakim memvonis masing-masing Usman Sulaiman dan Mahmuddin Hasan dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda 10 Milyar subs 6 bulan penjara yang sebelumnya dituntut dengan Pidana Hukuman Mati, sedang untuk terdakwa atas nama Rajali Usman di vonis bebas, karena karena tidak terbukti bersalah.

Baca Juga : MA Vonis Bebas Syahrul Ag, Pengacara : Tuhan Maha Adil

Menanggapi putusan Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang di hadiri oleh Cherry Arida, S.H. dan Harry Arfhan, S.H.,M.H menyatakan Banding terhadap putusan kepada Usman Sulaiman dan Mahmuddin Hasan sedangkan untuk putusan kepada terdakwa Rajali Usman JPU menyatakan akan lakukan Kasasi, Terkait putusan status Barang Bukti semua conform sesuai tuntutan JPU.

Barang Bukti dan Kronologi

Dalam persidangan diungkapkan sejumlah barang bukti dalam kasus ini yaitu 26 kg narkotika jenis sabu, 2 unit Hp dan 2 unit mobil jenis SUV dan Double Cabin semua barang bukti sita untuk negara sedangkan barang bukti KTP dikembalikan ke pemiliknya.

Baca Juga : Jokowi Diminta Hukum Mati & Miskinkan Koruptor

Selain itu diungkapkan kronologinya berawal pada Desember 2020, Usman Sulaiman (Sebelumnya berstatus Anggota DPRK Bireuen) bertemu dengan Syarifudin alias pendek yang berstatus DPO untuk meminta pekerjaan dan saat itu pendek memberikan Hp kepada Usman.

Mendapat informasi dari Syarifuddin, pada bulan April 2021 Usman Sulaiman meminta Rajali Usman untuk mencarikan mobil Double Cabin.

Setelah mobil didapat pada pada tanggal 12 April 2021 Usman menghubungi Mahmuddin Hasan untuk mengisi Sabu kedalam mobil tersebut di rumah Usman yang terletak di Gampong Cot Trieng Kabupaten Bireun.

Pada 16 April Usman dan Mahmuddin kembali bertemu dengan utusan Syarifuddin untuk mengambil 2 tas narkoba tambahan di jalan pipa line.

Selanjutnya barang haram tersebut dibawah Mahmuddin menuju Sumatra Utara dibawah kendali Usman.

Dalam perjalanannya, pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penangkapan dan penggeledahan pada Selasa tanggal 20 April 2021 di halaman salah satu Mesjid di Aceh Timur dan berakhirlah perjalanan ketiganya di sel tahanan pada Lapas Kelas II B Idi. (BM)

 

Saksikan Penderitaan Masyarakat Papua ditengah Konflik dan Teror bersenjata. Mohon Subscribe channel YouTube kami 

 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *