banner 728x250

Golongan Ahli Sedekah Yang Dilempar Kedalam Neraka

  • Bagikan
banner 468x60
Ilustrasi Sedekah

Seperti diketahui rezeki setiap makhluk sudah di atur oleh Allah SWT. Untuk kita manusia tentu ada perbedaan tingkatan kelas ekonomi, ada yang ditakdirkan kekurangan ada pula yang sederhana serta berkecukupan, namun sebahagian kita dilebihkan dalam rezekinya semua itu merupakan Ujian keimanan bagi setiap hamba Allah yang diberikan dalam berbagai bentuk dan tentu  pasti ada hikmah disisi sang pencipta.

Kepada setiap orang yang diberikan Kekurangan dituntut untuk bersabar atas kekurangannya, begitu juga sebaliknya, bagi yang diberikan kelebihan dituntut untuk bersyukur, pentingnya bersyukur adalah kewajiban bagi setiap manusia sebagaimana Firman Allah dalam Al-Quran Surat Ibrahim Ayat 7 yaitu :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Artinya : Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Salah satu bentuk rasa syukur adalah dengan menjalankan Perintah dan menjauhi larangan-Nya  dan kepada orang yang dilebihkan razekinya diperintahkan untuk  membantu saudaranya yang kekurangan sebagaimana banyak Firman Allah dalam Al-Quran diantaranya  Surat Al Baqarah ayat 267 :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَنۡفِقُوۡا مِنۡ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ وَمِمَّاۤ اَخۡرَجۡنَا لَـكُمۡ مِّنَ الۡاَرۡضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الۡخَبِيۡثَ مِنۡهُ تُنۡفِقُوۡنَ وَلَسۡتُمۡ بِاٰخِذِيۡهِ اِلَّاۤ اَنۡ تُغۡمِضُوۡا فِيۡهِ‌ؕ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ حَمِيۡدٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji (QS Baqarah ayat267)

Namun dalam memberikan bantuan atau sedekah maupun dalam sebutan lainnya, kita dituntut untuk beramal hanya karena Allah SWT (Ikhlas) agar mendapatkan hikmah dan pahala dari setiap sedekah yang dikeluarkan sebagaimana Hadist Rasulullah. SAW yang artinya :

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah SWT dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya (hari kiamat). Di antaranya, orang yang mengeluarkan suatu sedekah,  tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya.” (HR.Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Oleh karena itu melalui tulisan ini, kami ingin mengingatkan kepada saudara kami semua agar senantiasa ikhlas dalam beramal hingga tidak menjadi amalan yang sia-sia dan tidak mendapat pahala dihari kiamat kelak, karena kesalahan dalam beramal yang tanpa kita sadari atau bahkan disengaja, justru menjadi kemaksiatan batiniah yang menyebabkan kita terjerumus kedalam murka Allah SWT, kesalahan yang sering terjadi ditengah kita dalam beramal diantaranya :

  1. Berharap Pujian Dari Orang Lain

Hal ini masih banyak ditemukan ditengah masyarakat kita yakni bersedekah atau membantu dengan mengharapkan pamrih dari sesama manusia, seperti Ingin terlihat baik, ingin mendapatkan pujian dan sebagainya. Kesalahan seperti ini dikhawatirkan akan menjerumuskan kedalam neraka karena Rasulullah SAW telah Bersabda dalam Hadist nya yang artinya :

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberi kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikamtan tersebut dan diapun mengakuinya. Allah Bertanya ‘Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia Menjawab, ‘Aku tidak pernah meninggalkan sedekah dan infak dijalan yang enkau cintai, aku melakukannya semata-mata karena engkau”. Allah berkata, ‘Engkau udsta! Engkau berbuat demikian karena ingin dikatakan orang yang dermawan, dan memang begitulah yang dikatakan orang-orang tentang dirimu, kemudian diperintahkan Malaikat untuk melemparkannya kedalam neraka” (HR. Imam Muslim)

Berdasarkan Hadist tersebut, barang siapa yang bersedekah ataupun beramal karena mengharapkan pujian dari manusia maka amalannya tidak akan diterima, malah akan menjerumuskannya kedalam neraka.

  1. Menunda-nunda Sedekah

Nikmat sehat dan kelapangan rezeki merupakan nikmat  Allah yang sering kita lalaikan, dengan nikmat sehat kita bisa mencari rezeki yang telah Allah sediakan kepada kita, terkadang saat kita sudah mendapatkan rezeki kita malah kita lalai atau bahkan kerap menunda untuk berbuat baik salah satunya Sedekah, karena dalam rezeki yang kita dapat tentu ada hak orang orang kurang mampu yang harus dikeluarkan seperti Zakat, Infaq, sedekah dan lainnya jika kita menunda hal tersebut maka Allah juga bisa saja menunda rezeki yang akan datang kepada kita bahkan bisa saja nikmat tersebut dicabut dari kita baik sementara maupun untuk selamanya sesuai kehendak-Nya. Sebagaimana Hadist Nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah sebagai berikut:

“Seseorang bertanya kepada Rasullulah.SAW ‘Wahai Rasulullah Sedekah apa yang paling afdhal?’  ‘Beliau menjawab : Engkau bersedakah selagidalam keadaan sehat lagi kaya, sangat ingin menjadi kaya dan takut akan miskin, jangan kau tunda hingga ruh mu sudah sampai di kerongkongan baru berpesan ‘Untuk sifulan sekian, untuk sifulan sekian padahal harta tersebut sudah menjadi hak orang lain (ahli waris)” (HR. Imam Bukhari)

Kita sangat dianjurkan untuk senantiasa bersedekah saat dalam sehat dan berkecukupan agar Allah. SWT tidak menunda atau mencabut nikmat-Nya kepada kita baik di dunia apalagi di Akhirat.

  1. Tidak Bersedakah Kepada Orang Terdekat

Terkadang kita telah banyak mengeluarkan sedekah untuk orang jang jauh dengan kita, tentu hal itu tidak salah asalkan kita ikhlas berbuat kebaikan itu, namun tidak jarang kita terjebak dalam Ria karena sering dipuji hingga kita kerap lupa kepada orang-orang terdekat kita, kerap kita melupakan keluarga kita sendiri karena lalai dengan pujian dan sanjungan dari orang lain padahal kepada mereka kita diwajibkan memberi nafkah dan nafkah yang kita keluarkan adalah sedekah yang lebih utama. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 215 :

يَسۡـــَٔلُوۡنَكَ مَاذَا يُنۡفِقُوۡنَ ؕ قُلۡ مَآ اَنۡفَقۡتُمۡ مِّنۡ خَيۡرٍ فَلِلۡوَالِدَيۡنِ وَالۡاَقۡرَبِيۡنَ وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنِ وَابۡنِ السَّبِيۡلِ‌ؕ وَمَا تَفۡعَلُوۡا مِنۡ خَيۡرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيۡمٌ

Yang artinya : Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

Rasulullah SAW  juga bersabda :

“Sesungguhnya bersedakah kepada orang miskin itu pahalanya satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat pahalanya dua, yaitu pahala sedekah dan pahala mempeerat hubungan kekerabatan (silaturrahmi) (HR. Tirmizi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Disini dapat kita simpulkan bahwa sedekah kepada orang jauh tidaklah salah bahkan bagi orang yang bekecukupan tentu sangat di anjurkan akan tetapi lebih penting sedekah dalam mencukupkan nafkah bagi oang-orang terdekat kita terlebih Orang tua, anak dan keluarga serta kerabat kita terlebih utama.

Kadang kita terjebak dengan kepentingan duniawi hingga kerap melupakan kewajiban yang utama yang menyebabkan kemurkaan Allah karena melalaikan keluarga dan kerabat.

  1. Menghitung-hitung Sedekah
Jangan Perhitungan dalam bersedekah

Ketika kita berbelanja kebutuhan sehari-hari tentu kita akan menperhitungkan berapa jumlah uang yang akan kita keluarkan sesuai dengan jumlah uang yang kita miliki, juga dengan bersedekah sebaiknya tidak berlebihan namun juga tidak pelit saat kita bersedekah janganlah dihitung-hitung yang dapat berdampak timbulnya keresahan dalam hati dan lebih berbahaya hilangnya keiklasan, bersedekahlah sesuai kemampuan yang kita miliki sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya :

“Bersedekahlah kamu dan jangan menghitung-hitung, karena Allah akan menghitung-hitung juga pemberiannya kepadamu dan janganlah kikir (pelit) karena Allah akan kikir pula kepadamu” (HR. Imam Muslim)

Dalam hadist yang lain Rasulullah pernah bersabda yang artinya :

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau menyedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan berkah rezeki tersebut.

Dari dua Hadist tersebut disimpulkan bahwah jika kita bersedekah tanpa menghitung-hitung maka Allah akan membalas tampa menghitungnya pula dan jika menghitung-hitung sedekah maka Allah juga akan menghitungnya dan jika kita kikir maka Allah juga akan demikian kepada kita, sebagai muslim yang beriman kita mesti percaya bahwa rezeki dan rahmat Allah untuk kita tidak hanya di dunia akan tetapi lebih utama saat kita menghadapnya di Akhirat nanti, jika kita kikir dan perhitungan di dunia bagaimana kita kondisi kita di Akhirat? saat Allah tidak memberikan merahmati kita kelak di Akhirat bisakan kita mendapatkan Surga tanpa Rezeki dan Rahmat-Nya?

  1. Mengungkit Sedekah

Salah satu kebiasaan buruk kita adalah mengungkit-ngungkit kebaikan terlebih sedekah, orang tersebut merasa berjasa karena telah memberikan sesuatu kepada orang lain dan jika suatu hari terjadi masalah dengan orang yang pernah diberikan sedekah maka pemberi sedekah akan mengungkit-ngungkit kembali sedekah yang pernah ia berikan, seolah-olah tanpa bantuannya orang yang diberikan tersebut tidak bisa apa-apa, padahal mengungkit sedekah adalah salah satu sikap yang sangat dibenci oleh Allah SWT Jika Allah membenci kita maka nerakalah balasannya.

Larangan mengungkit sedekah jelas tersebut dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 264 yaitu :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.

Baca Juga : Puluhan Sapi Mati, Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur Tutup Mata

Dalam ayat tersebut jelas diterangkan larangan mengungkit sedekah karena selain menyakiti hati penerima tentunya akan menghilangkan hasil pahala dari amalan yang telah kita lakukan dan jika melakukan sesuatu hal yang dilarang oleh Allah SWT niscaya jauhlah Rahmat Allah kepada orang tersebut. Na’uzubillah min Zalik

Tulisan ini dituliskan untuk mengingatkan diri sendiri dan Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis juga untuk pembaca, dimana terdapat kesalahan mohon untuk di maafkan kritik dan saran kami harapkan dari semua pihak, semoga kita semua merupakan golongan orang yang di Ridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Penulis : Barmawi

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *