banner 728x250

Hang Tuah : Petani Merugi Akibat PT Medco, Mana Tokoh Aceh Timur ? 

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Aceh Timur, Arajuddin Ketua Forum Keuchik Kecamatan Julok, Aceh Timur. Sangat menyayangkan sikap PT Medco E&P Malaka Blok A, yang lamban menangani keluhan petani di Gampong Mane Rampak. Kecamatan Julok. Aceh Timur. Senin, (19/4/2021)

Selain itu, Hang Tuah sapaan akrabnya merasa heran kepada tokoh Aceh Timur yang sama sekali tidak hadir saat petani di wilayahnya mengalami kerugian akibat sedimentasi dari lahan lapangan sumur minyak dan gas AR 1 milik PT Medco E&P Malaka.

Baca Juga : Diduga Keluhan Petani Lamban di Tangani PT.Medco E&P Malaka, Ini Akibatnya…

“pertama pihak PT Medco sampai hari ini belum ada tindakan apapun dilokasi tersebut, sedangkan petani sudah mulai kembali membajak lahan mereka” ungkap Hang Tuah saat dikonfirmasi terkait kerugian yang dialami petani Mane Rampak

Baca Juga : Petugas Medis Asik Tidur Seorang Ibu Melahirkan Tanpa Bantuan di RSUD Pijay

Menurutnya, Perlu tanggapan serius dari semua tokoh Aceh Timur, baik dari politisi, Aktivis dan Dinas Kabupaten terkait agar permasalahan tersebut tidak terulang dan rakyat kecil tidak lagi merasa dianiaya oleh perusahaan.

“beda tindakan saat kemarin di Banda Alam akibat keracunan. berbondong-bondong tokoh Aceh Timur melakukan advokasi dan lain-lain mungkin akibat nyawa warga. pas kerugian seperti ini mana ada batang hidungnya yang hadir, padahal hasil petani juga bisa membuat nyawa mereka melayang ” ungkapnya kesal

Hang Tuah berpendapat bahwa belum adanya tindakan dari tokoh Aceh Timur mungkin belum waktunya untuk mencari simpati masyarakat dalam pemilihan khususnya di kecamatan Julok.

“Apakah Julok tidak menjadi prioritas dalam mendulang suara kepada tokoh di Aceh Timur” ujarnya

Padahal sedimentasi di sekitaran lapangan sumur minyak AR-1 milik PT Medco E&P Malaka Blok A, sudah lama dikeluhkan, tapi tanggapan mereka terlalu slow respon. Cuman mungkin sedikit dimaklumin beberapa waktu lalu, mereka terfokus pada kejadian warga yang keracunan akibat flaring gas saat pencucian sumur AS-11 di Alue Siwah.

“Kepada PT Medco jangan lagi berpangku tangan segeralah perbaiki dan ganti kerugian petani jangan sampai hal tersebut kembali terulang karena warga sudah kembali membajak sawahnya” ucapnya.

Sementara itu, saat dihubungi Keuchik Gampong Mane Rampak, M. Nur mengakui sampai saat ini belum tindakan apapun dari PT Medco.

” belum ada bang, ya waktu itu saja ada mereka telpon, sekarang petani juga sudah kembali membajak lahan, semoga aja bang petani nggak kembali rugi” ungkapnya. (Ariss)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.