banner 728x250

Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri Sejak SD Hingga SMP, Keluaraga Gadis Yatim di Aceh Timur Tuntut Keadilan

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIAPANCASILA – Aceh Timur,  Prahra kehidupan menimpa seorang gadis kecil di Aceh Timur (menjaga nama baik sianak alamat lengkap tidak di sebutkan), sebut saja  Melati (12) (nama samara), di usianya yang masih rapuh, dipaksa melayani nafsu setan sang ayah tiri NAS (43). Bukan menjadi pengayom, NA malah mengarap lahan empuk sang anak yang masih mentah.

Awarl perbuatan NAS terungkap berawal dari kecurigaan ibu korban NH(39) melihat gerak-gerik anak perempuannya, hinga pada suatu pagi ketika korban selesai mandi hendak ke sekolah, sang ibu mendengar anak gadisnya berteriak didalam kamar.

“Saya sudah curiga dari lama dengan keseharian anak saya dek, selain itu juga sikap ayah nya juga lain sama dia, dan hari itu saya mendengar anak saya teriak di kamar ketika baru siap mandi hendak kesekolah,” kata ibu korban menceritakan.

“setelah itu saya menuju kamar anak saya, dan menanyakan kenapa kamu teriak, tapi dia gak jawab dan saya desak dia akhirnya dia bilang ayah nya cium dia barusan,” lanjut cerita sang ibu.

Baca Juga : Bawa 50 kg Sabu, Artis Aceh ditangkap Polda Sumut

Merasa tak terima perihal yang menimpa anaknya, ibu korban berusaha menggali keterangan dari sang anak dan meminta keponakannya yang seusia dengan korban untuk menanyakan lansung apa yang sudah dialaminya, dan setelah melati mengakui perbuatan bejat sang ayah, dilaporkan kepada pihak keluarga.

“Yang membuat saya gak habis pikir, kami menikah pada 2018 dan dia melakukan *** anak saya sejak tahun 2019. bila dikatakan kurang layanan dari saya, padahal sudah lebih dari cukup, kok anak yang masih seusia segitu juga dekerjain,” kata NH dengan nada gusar.

Dia menambahkan, jika dirinya dan keluarga memang ornag miskin, namun NH tetap berharap bias menuntut keadilan untuk anaknya.

Baca Juga : Polda Aceh Musnahkan 545 Kg Narkoba

“kami orang miskin dek, kami gak sanggup membayar jasa pengacara dan kami juga tidak mengerti saperti apa proses hukum kedepan, dia (pelaku) merasa dirinya orang berduait, dia PNS dan Toke jadi bisa melakukan apa aja, anak saya juga yatim ayah nya sudah meninggal jadi bagaimana caranya dek? Sudah 40 hari lebih kami buat laporan belum ada tindakan,”  kata NH (ibu korban) kepada Media Pancasila.

Kasus memilukan tersebut sudah dilaporkan kepihak kepolisian Polres Aceh Timur pada 11 November 2021 dengan nomor laporan STTP/173/X/2021/SPKT/POLRES ACEH TIMUR/POLDA ACEH. Namun hingga saat ini sang ayah tiri masih bebas berkeliara dan aktif sabagai ASN di salah satu kantor kecamatan di Aceh Timur.

Sementara NAS saat dikonfirmasi melalu saluran Telefon mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana dituduhkan, dan tuduhan itu juga tidak berdasar serta tidak ada bukti apapun.

“saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan, siahkan aja tempuh jalur hukum, jika terbukti saya akan bertanggung jawab,” ujar NAS saat di konfirmasi via telfon pada 22 november 2021.

dikutip dari MetroPesawat.id itu Pihak Polres Aceh Timur melaluai Kasat Reskrim AKP Miftahuda Dizha Fezueno, SIK,  membenarkan adanya laporan kasus tersebut dari ibu korban,  belum dilakukan penahanan terhadap pelaku karena masih dalam penyidikan dan belum cukup alat bukti.

“Benar tersangka belum ditahan, karena masih proses lidik, dan dalam proses pengumpulan saksi dan alat bukti, untuk menentukan langkah selanjutnya”. demikian jelas Kasat reskrim singkat. (BM)

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.