banner 728x250

Kehilangan Pekerjaan, Keluarga Ini Nekat Jalan Kaki 400 Km Lebih Untuk Pulang Kampung

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Jakarta, Tiap waktu ada kisah dan tiap daerah pasti punya cerita, zaman sekarang saatnya ceritanya Pandemi Corona, sukses menguntai banyak kisah, mungkin ada segelintir yang merasakan nikmatnya keuntungan namun jutaan kisah kesengsaraan menghiasi gemerlap cerita anak bangsa.

Sebuah cerita berawal mestilah dari keinginan yang realisasi dengan tindakan, seperti keinginan keluarga Dani (39) beserta Istrinya Masitoh Ainun Lubis (36) yang telah memiliki dua orang anak dari buah cintanya yaitu Manta yang berumur lima tahun dan Hanum Satu Setengah Tahun.

Dani dan Keluarga mudik jalan kaki
Kondisi Dani bersama Istrinya dan Anaknya yang mudik dengan berjalan kaki  Sumber Foto : Screenshot By Kompas TV

Dulunya Dani yang bekerja sebagai buruh disebuah perusahaan konveksi di Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, harus kehilangan pekerjaannya akibat serangan virus yang berefek pada berbagai usaha.

Baca Juga : Jalur Mudik Antar Provinsi di Tutup, Rute Penerbangan Jakarta – Wuhan di Buka

Merasa tak punya harapan dan tak ada lagi sumber penghasilan Dani berkehendak membawa istri dan anak-anaknya pulang ke kampung halaman di Soreang Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Kondisi keuangan yang tak menentu membuatnya tidak memiliki bekal apa-apa, hanya uang Rp.120 ribu dan tas ransel hitam yang tersisa tidak cukup untuk membeli tiket angkutan umum dan ditambah larangan mudik dari pemerintah membuatnya tak punya pilihan.

Baca Juga : Jelang Hari Raya, Seorang Anak Bunuh Ayah Kandung Di Tamiang

Keadaan itulah yang memaksa Dani nekat membawa keluarganya pulang ke kampung untuk melanjutkan hidup.

Perjalanan lintas provinsi yang menempuh jarak lebih dari 400 kilometer itu dilakukan Keluarga Dani dengan berjalan kaki hanya menggunakan sendal jepit, dia memulai perjalanannya sejak hari Minggu 2/5/2021 yang lalu katanya saat ditemui awak media disekitar Cimahi, pada Jumat 7/5/2021 Sebagaimana dikutip dari Detik.com

Kepada Awak Media Dani bercerita “Di sana sudah tidak ada lagi kerjaan, tidak punya apa-apa. Jadi memutuskan untuk pulang ke Soreang. Kami tidak akan ke sana lagi, mau menetap di Soreang,” ujar Dani.

Ayo Baca : Perawat Cantik Ini dibakar Hidup-hidup Oleh Pria Misterius

Dani juga mengaku dalam perjalanan bersama keluarganya setiap hari mereka berjalan sekitar 25-30 kilometer, mereka beristirahat di SPBU atau masjid yang ada disepanjang jalan ketika malam hari dan kembali melanjutkan perjalanannya Setelah subuh.

“Alhamdulillah selama perjalanan berjalan lancar, tidak ada hambatan. Banyak juga orang-orang baik yang memberi bekal dan makanan saat di jalan,” ungkap Dani.

“Upah dari pekerjaan konveksi cukup untuk makan dan bayar kontrakan saja. Saya berjalan kaki pulang ke Bandung cuma bawa uang Rp 120 ribu untuk membeli makan dan minum. Tapi Alhamdulilah dalam perjalanan ada rezeki untuk anak-anak, banyak yang ngasih,” ucapnya melanjutkan ceritanya.

Mereka mengaku tidak meminta bantuan ke pemerintah karena sudah trauma. Ia memiliki pengalaman tahun sebelumnya saat berjalan kaki pulang kampung tapi dianggap modus. Kini pun ia harus menghindar saat ada petugas pengamanan mudik.

“Saya takut dibilang modus, jadi natural saja berjalan kaki sampai ke Soreang,” ungkapnya.

Jika tidak ada aral melintang, Dani memperkirakan dia akan sampai ketujuam di Soreang Bandung pada hari kedua lebaran. Kata Dani menutup ceritanya.

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.