banner 728x250

Kerap Nginap Di Rumah Janda, Seorang Duda Diamankan

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Aceh Tamiang, Kelakuan seorang Pria duda berinial AS (37) yang merupakan warga Kampung Perkebunan Upah, Kecamatan Bendahara, dikabarkan sering menginap di rumah janda SW (47) di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang membuat warga resah.

Jengkel dengan kelakuan dua insan non muhrim tersebut warga melaporkan kasus ini kepada Satuan Polisi Syariat Islam atau Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Pol PP – WH).

BACA JUGA : Dibacok Saat Sedang Tidur Sahruddin Kritis

Dari keterangan Kepala Bidang Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Tamiang, Sahrir Pua Lapu, Setelah menerima laporan dari warga pada Rabu, 31 Maret 2021 malam, sekitar pukul 21.15 Wib, pihaknya langsung bergerak lokasi.

BACA JUGA : Khadijah Histeris, Suaminya Terkurung dalam Api Yang Membakar Tokonya

Setiba di lokasi, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat untuk melakukan penggerebekan di salah satu rumah di desa itu, yang diketahui di dalam rumah itu sedang berada pasangan belum menikah

kebetulan saat itu keduanya sedang berada dalam satu rumah dan benar saja saat kami bersama kepala dusun setempat menggedor dan membuka pintu rumah itu, dirinya melihat seorang pria keluar dari dalam kamar wanita pemilik rumah itu.” kata Syahrir.

Khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan, kami dilakukan pengamanan terhadap keduanya, Sebab warga terus berdatangan ke lokasi saat itu, lanjutnya.

BACA JUGA : Teror Mabes Polri, Ini Surat Wasiat Pelaku Untuk Keluarganya

Selanjutnya, pihak Satpol PP dan WH pun dengan cepat dan langsung mengamankan keduanya ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan.

Syahrir menambahkan, dari hasil pemeriksaan pemeriksaan, keduanya mengaku jika berstatus janda dan duda.

Kendati demikian, kita tetap akan melakukan proses hukum terhadap keduanya, sebab mereka diduga telah melanggar dan melakukan tindak pidana jinayah khalwat.

“Dan jika itu terbukti nantinya setelah dilakukan penyidikan, keduanya terancam hukuman dengan “Uqubat Ta’zir” cambuk paling banyak 10 kali atau denda paling banyak 100 gram emas murni, dan atau penjara paling lama 10 (sepuluh) bulan,” demikian tutup Sahrir. []

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *