banner 728x250

Kisah Pinangan Rasullualh Kepada Sayyidah ‘Aisyah Yang Diberkahi Allah

  • Bagikan
banner 468x60

Ditulis Oleh : Tgk Abdullah

Media Pancasila- Kisah Islami, Sesungguhnya yang sangat besar artinya dalam kehidupan seorang wanita dan indahnya kenangan adalah gambaran hati diwaktu peminangan atas dirinya. Itulah masa yang sangat berbahagia dan selalu tergambar indah dalam kulit kalbu seorang wanita.

Peminangan yang disusul oleh peminangan yang diberkahi dan penuh dengan curahan rahmat dari Allah, dimana setiap wanita merindukan akan hal itu dan kecintaan seorang suami, serta merasakan betapa bahagianya kehidupan disamping suami yang dicintai. Kesemuanya itu dalam perasaan setiap istri dan akan tetap melekat di tulang belulangnya. Apalagi kalau tempat yang diduduki adalah tempat yang mulia dan kedudukan yang tinggi.

Sayyidah ‘Aisyah telah mencintai suaminya sepenuh cinta dan semulia mulia nya. Dan hal itu patut baginya, serta benarlah tujuan cintanya. Itulah cinta Sayyidah’ Aisyah terhadap Rasulullah saw, dan kenang-kenangan pada peminangan dirinya serta peristiwa pernikahannya amat meresap dalam kalbu, dan kenangan itu terlihat jelas dalam kesegaran ingatanya.

Tgk Abdullah Buket Batee
Penulis : Tgk Abdullah di Aceh Timur
Awal Mula Rasullah Meminang Aisyah

Bagaimanakah peristiwa terjadinya peminangan yang diberkahi Allah itu? Tahap pertama dari peminangan adalah tibanya wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah saw memberitahukan berita dimaksud tatkala beliau berkata kepada Sayyidah A’isyah :

“Tiga malam berturut-turut aku memimpikan engkau dimana malaikat Jibril membawamu kepadaku dengan diselubungi kain sutra seraya berkata kepadaku: ‘Inilah istrimu!’ lalu aku singkap kain penutup itu, tiba-tiba aku melihat wajahmu. Kemudian aku berkata : kalau ini dari Allah, maka akan terlaksana (muttafaq alaih), ”

Imam at Tirmidzi telah menceritakan perihal Sayyidah A’isyah :” Bahwasanya malaikat Jibril telah datang kepada Nabi dengan membawa kain sutra berwarna hijau dan bergambar ‘Aisyah. Kepada Nabi malaikat Jibril berkata : Inilah istrimu, baik didunia maupun diakhirat.”

Setelah wafatnya Sayyidah Khadijah Radhiyallahu’ anha, istri Nabi yang pertama, Allah subhanallahu wa ta’ala mentakdirkan peminangan yang diberkahi itu. Sayyidah Kahidijah wafat tiga tahun sebelum Rasulullah saw berhijrah. Lalu beliau menikah dengan ‘Aisyah yang ketika itu baru berusia 6 tahun (HR. Bukhari dari Urwa)

Sayyidah’ Aisyah berkata: “setelah Sayyidah Kahidijah wafat, maka datanglah seorang wanita bernama Khaulah binti Hakim kepada Rasulullah saw sambil berkata :

Wahai Rasulullah, maukah anda melakukan pernikahan?’

Nabi bertanya :’ Dengan siapa?’

Khaulah melanjutkan:’ Terserah saja siapa yang berkenan dihati  anda, mau yang masih gadis atau yang sudah janda?’

Beliau bertanya lagi :’ jika yang gadis siapakah ia? Dan jika yang janda siapa?’

Khaulah menjawab:’ Jika yang gadis, ia adalah ‘Aisyah putri seorang yang anda cintai dari hamba Allah. Dan jika janda, ia adalah Saudah binti Zam’ ah. Ia telah beriman dan mengikuti jejakmu.’

Beliau berkata : beritahukan kepada mereka berdua tentang keadaanku!”

Ayo Baca : Golongan Ahli Sedekah Yang Dilempar Kedalam Neraka

Pertemuan Dengan Keluarga Sayyidah A’isyah

Setelah Berpamitan Kepada Nabi, Khaulah lalu mendatangi Ummu Ruman (Isteri ABubakar, RA) lalu berkata:” Wahai Ummu Ruman, maukah engkau sekiranya Allah melimpahkan karunia dan berkah-Nya kepadamu? ”

Ummu Ruman balik tanya:” Apakah gerangan tawaranmu itu?”

Khaulah berkata:” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebut nyebut akan hal putrimu, ‘Aisyah Ummu Ruman berkata: “jika demikian, sebaiknya tunggulah sampai abu bakar datang.”Tak lama setelah itu Abubakar pun datang, dan oleh Ummu Ruman berita gembira itu disampaikan.

Maka Abu Bakar bertanya:” Apa kira nya pantas, sedangkan’ Aisyah adalah putri saudaranya?” jawaban Abu Bakar ini disampaikan kepada Rasulullah dan Rasulullah berkata: “Aku saudaranya dan ia pun saudaraku, dan putrinya boleh (layak) menjadi istriku.” setelah mendengar jawaban Rasulullah yang demikian, maka Abu Bakar pun pergi.

Kemudian Ummu Ruman berkata: “sesungguhnya pernah Al Muth’im bin ‘Adi meminang’ Aisyah untuk putranya.”Lalu Abu Bakar berkata:” Aku tidak akan mengingkari janji. “Abu Bakar segera mendatangi rumah Muth’im dan menanyakan:” Bagaimana pembicaraanmu tentang putriku?” Muth’im segera masuk kedalam dan menanyakan kepada istrinya: Bagaimana pendapatmu?’ Istri Muth’ im menghadap Abu Bakar diruang tamu sambil berkata:” andaikan Putraku menikah dengan putrimu, maka tentu ia ikut serta masuk kedalam agama yang dianut Abu Bakar.” kemudian Abu Bakar menanyakan kepada Muth’im: “Bagaimana keputusanmu?” Muth’im berkata:”Aku menyutujui apa Yang aku dengar dari pembicaraan kalian.”

Setelah mendengar keputusan dari Muth’im, Abu Bakar lalu keluar dan berkata kepada Khaulah binta Hakim: “Katakan kepada Rasulullah untuk datang meminangnya.” Maka datang lah Rasulullah, dan ketika itupula dinikahkan dengan ‘Aisyah.

Bersambung……

Penulis Adalah Aktifis yang bergerak dibidang Syiar Islam dan Membantu Fakir miskin menyediakan rumah layak huni melalui BMU

Sumber  : Buku Sayyidah’ Aisyah Ibu Dan Pemimpin Wanita Muslimah

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *