banner 728x250

KPA Peureulak Kota Gelar Doa Bersama Kepada Syuhada dan Santunan Anak Yatim

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila- Aceh Timur, Sejumlah mantan Kombantan Gerakan Aceh Merdeka berkumpul di kawasan Kaye Meuputa, di Dusun Jeuleube Gampong Tualang Kecamatan Peureulak, Aceh Timur dalam rangka menggelar Doa Bersama dan menyantuni anak yatim-piatu di sekitar lokasi tersebut pada Sabtu siang, (2/10/21).

Kegiatan yang dibuka oleh Irwansyah alias Gultom, Mantan Panglima Sagoe dan juga mantan DPRK Aceh Timur, dihadiri Sejumlah tokoh dan Mantan Kombantan diantaranya, Panglima Sago yang masih menjabat Marwan yang dikenal dengan sebutan Koba, Panglima Sagoe Bandar Khalifah Husaini, Panglima Sagoe Julok Pang Wanda dan Panglima Daerah 1 Peureulak Marzuki alias Kobra.

Selain itu dilokalisi juga tampak ketua DPD Partai Aceh Zulkifli atau Keupiah Seuke, Anggota DPRK dari Partai Aceh Tatah Fikri dan sejumlah ulama di sekitar Peureulak diantaranya Waled Ibrahim dan sejumlah pejuang dan masyarakat lainnya.

Kegiatan yang dilaksanakan secara khidmat dan sederhana diawali dengan santunan Anak yatim dan doa Bersama dilanjutkan dengan tausiyah, dilakukan untuk mengenang perjuangan dimasa lalu dan mendoakan para pejuang GAM yang gugur dimasa perang masih melanda Aceh.

Panglima Sagoe Peureulak kota Marwan alias Koba menyatakan terima kepada semua pihak yang telah hadir dalam acara ini, semoga kita selalu bisa mengenang perjuangan dan menghargai aruwah mereka yang gugur dimasa perjuangan dengan senjata dulu.

“Perjuangan kita belum selesai, namun sekarang kita tidak lagi berjuang dengan memanggul senjata, sekarang perjuangan kita dengan cara yang berbeda, makanya kami mengajak seluruh teman-teman untuk tetap bersatu, karena kesatuan dan kekompakan adalah kekuatan utama dalam menggapai tujuan perjuangan ini,” Kata Koba

Baca Juga : Merasa Dipaksa Untuk Vaksin, Ratusan Masyarakat Berdemo dan Usir Petugas

Waled Ibrahim saat menyampaikan Tausiyah di sela-sela acara menyampaikan Perjuangan selalu ada, sejak zaman nabi Adam hingga kini, kita tetap harus berjuang melawan nafsu dan kezaliman.

“Sekarang dimasa Aceh damai, perjuangan tetap berlanjut, dulu saat konflik kita berjuang dengan cara yang berbeda sekarang juga berbeda namun yang utama kita berjuang melawan kezaliman dan nafsu dalam berbagai bentuk,” kata waled

“Namun kedamaian yang sudah ada adalah rahmat yang besar, Islam adalah agama yang damai, perjuangan dalam Islam adalah perjuangan menegah kemungkaran menuju kedamaian” tutupnya.

Menurut pantauan Media ini, Acara yang dihadiri hampir seluruh mantan Kombantan tersebut, nampak suasana kekeluargaan dan keakraban diantara sesama mereka, namun tidak nampak satupun bendera yang dikibarkan.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *