banner 728x250

MA Vonis Bebas Syahrul Ag, Pengacara : Tuhan Maha Adil

  • Bagikan
Muslim A Gani
banner 468x60

MEDIAPANCASILA,  Nasional-  Mahkamah Agung RI memutuskan vonis bebas terhadap Syahrul Ag. Anggota DPRK Aceh Timur, hal ini di sampaikan lewat salinan Petikan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1585 K/Pid.Sus/2021 melalui Pengadilan Negeri Idi pada Selasa 9 November 2021.

Muslim A Gani. SH dari kantor Pengacara Acheh Legal Counsul, yang mendampingi kasus ini sampai ditingkat Kasasi, yang juga abang kandung terdakwa menyatakan, Akhirnya Syahrul Ag, dibebaskan ditingkat Kasasi.

Baca Juga : Ini Alasan, Perwakilan Keuchik Dukung Aceh Timur Dimekarkan

“Tuhan itu Maha Adil yang benar tetap benar dan Hukum itu tidak pernah berpihak kepada yang salah,” Kata Muslim.

Seperti Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Idi, dalam tuntutannya, menyatakan terdakwa Syahrul AG bin Abdul Gani telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram sebagaimana dimaksud dalam dakwaan subsidair Penuntut Umum yaitu melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI, Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Muslim menerangkan, saat itu JPU menuntut menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan Pidana Penjara selama 9 tahun, dikurangi masa tahanan dan denda sebesar Rp 1 miliar atau subsidiair 6 bulan penjara dan memerintahkan terdakwa Syahrul AG Bin Abdul Gani tetap ditahan.

Namun berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap dan alat bukti yang diajukan di persidangan dalam perkara ini, Majelis Hakim tidak memperoleh keyakinan terdakwa terlibat dalam peredaran narkotika.

Hal itu didukung pula dengan hasil tes urine terdakwa yang negatif,  dalam fakta persidangan juga tidak diketahui  barang itu milik siapa, diperoleh dari mana dan mau diapakan.

“Oleh karena itu, majelis hakim tidak memperoleh keyakinan bahwa terdakwa benar terlibat dalam peredaran narkotika, maka berdasarkan ketentuan Pasal 183 KUHAP terdakwa tidak boleh dipidana dan dibebaskan akan tetapi hasil putusan bebas Pengadilan Negeri Idi diajukan Kasasi oleh Jaksa Penuntut Umum,” terangnya.

Sebagai Pengacara pihaknya membuat Kontra Memori Kasasi dan akhirnya Pada Tanggal 28 Oktober lalu Melalui petikan Putusan No.1585/K/Pid.Sus/2021. Menolak Kasasi Jaksa Penuntut Umum Idi.

Terkait putusan tersebut saya belum mengambil sikap apakah masih ada pihak yang saya harus laporkan atau tidak masih mikir mikir,” tutup Muslim. [BM]

Potret Derita Masyarakat Papua Ditengah Konflik Bersenjata dengan Serangkaian Teror 

 

 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *