banner 728x250

Masih Jadi Buruh di Usia 68 Th, Nurdin Meninggal Terseret Arus, Begini Kejadiannya

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIAPANCASILA, – Aceh Timur, di usia yang sudah sepuh, Nurdin Hasan (68) warga desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidadari Aceh Timur, masih bekerja sebagai buruh tani di kebun sawit warga untuk menghidupi keluarganya.

Hingga saat hendak membawa hasil kebun berupa Tanda Sawit Segara (TDS) dari Gampong Buket Linteung Ke Gampong Pante Labu untuk di jual menggunakan perahu kayu pada waktu bakda magrib hari minggu 9/1/2021.

Ternyata itu adalah hari terakhir Nurdin Hasan bersama kefanaan dunia, dia terjatuh terset arus sungai Krueng Jambo Aye yang memisahkan dua desa tersebut yang masih terletak di kecamatan Pante Bidadari Kabupaten Aceh Timur.

Baca Juga : DPW-PA Minta Seluruh Kadernya Terus Bantu Korban Banjir

Saat kejadian, Nurdin Hasan, bersama seorang rekannya Ridwan Yunus (52), Sama-sama membawa hasil kebun dengan perahu masing-masing.
Namun Ridwan yang sampai lebih dulu hendak hendak menurunkan muatannya untuk di jual kepada Azhar, agen pengepul Sawit yang ada di dusun Selamat, Gampong Pante Labu.

Baca Juga  : Liputan Banjir, DPW-PA Aceh Timur Gerilya Antar Bantuan

Setelah beberapa lama menunggu, Korban belum juga sampai, Ridwan sudah mulai resah dan berusaha mencari korban dengan senter karena kondisi saat itu sudah gelap.
Kemudian dari kejauhan Ridwan melihat perahu korban sudah terbawa arus lebih dari 300 meter dari jalur penyebrangan.

Melihat kejadian itu, Ridwan berusaha mengejar untuk membantu korban menggunakan perahu miliknya. Saat sampai dekat perahu korban, didapati badan korban sudah tenggelam dalam air dengan tangannya tersangkut di perahu, sedangkan sawitnya masih didalam perahu.

Ridwan berusaha menolong dengan mengangkat tubuh korban ke perahu miliknya, dan membawa korban ke pinggir sungai, sambil berteriak meminta pertolongan warga disekitar lokasi kejadian.

Warga menghubungi perangkat desa setempat, selanjutnya dilaporkan ke Polsek dan Muspika Pante Bidadari.

Sesampainya di pinggir sungai, oleh tim medis dilakukan pemeriksaan, namun naas korban dinyatakan sudah meninggal dunia, sementara Ridwan Yunus dibawah ke puskesmas karena kelelahan dan trauma yang dialami.

Kemudian jasad korban dibawa ke rumahnya di Gampong Pante Labu Camat dan kapolsek, dengan disambut tangisan keluarga yang menambah pilu suasana malam itu.

Nurdin Hasan pergi untuk mengais rejeki namun takdir berkata lain, di pergi selamanya menghadap sang Pencipta, kini tersisa jasadnya untuk dikebumikan.
Korban meninggalkan seorang Istri Nurjanah (58) tahun dan dua orang anak masing-masing Iis Juliani (22) dan Andira Ramanda berusia 16 tahun.

Camat Pante Bidadari M. Jamil membenarkan adanya peristiwa tersebut dan saat dikonfirmasi dirinya sedang menuju rumah korban bersama tim dari Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur.

Benar ada korban yang meninggal tenggelam tadi malam di Pante Labu, saya dan Pak Kapolsek semalam juga dilokasi dan tidak ada kejanggalan atau tanda kekerasan di jasad korban hingga lansung dibawa ke rumah duka, ” Kata Pak Camat.

kami sekarang sedang dijalan menuju ke rumah duka bersama orang dari Dinas Sosial untuk membawa sedikit bantuan,” Tutup M Jamil.

Sementara salah satu pemuda asal Pante bidadari Al- Adib mengatakan, setiap tahun ada korban jiwa di sungai tersebut.

Tiap tahun ada korban di sungai itu bang, tahun kemarin 2 orang meninggal dunia dan herannya setelah ada yang meninggal air sungai itu baru turun,” Kata Adib

Ditanyai kepedulian pemerintah setempat terkait kejadian seperti itu Adib “mengatakan camat sangat peduli dan aktif bang, di waktu lain beliau sering kelapangan memantau kondisi masyarakat secara langsung,” Lanjut Adib. (BM) 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *