banner 728x250

Partai Aceh Peduli Korban Banjir

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIAPANCASILA – Aceh Timur, Musibah banjir melanda Aceh tampak semakin parah, data yang didapat sejak 1 Januari 2022 tercatat lebih dari 2.500 jiwa mengungsi dan 2 orang meninggal akibat terseret arus.

Menanggapi bencana yang sedang terjadi, Ketua DPW – Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur Zulfadli Aiyib, mengumpulkan sejumlah Anggota DPRA dan DPRK yang berasal dari Aceh Timur untuk mengunjungi para korban dan menyalurkan bantuan sembako di beberapa Kecamatan, diantaranya Birem Bayeun, Sungai Raya, Idi Rayeuk dan Idi Tunong.

Kepada Media ini, Zulfadli Aiyub yang kerap di sapa Keupiyah seuke mengatakan, pihaknya bersama Anggota DPRK dan DPRA merasa senasib dengan para korban yang sedang dilanda bencana.

Di posko pengungsian Idi Tunong

“Kami sangat merasa prihatin dengan kondisi yang sedang berlangsung, makanya kami dari DPW dan anggota yang ada di parlemen turun menemui korban dan menyalurkan sedikit bantuan yang berasal dari swadaya kami sendiri dan kami berharap kapada para korban untuk sabar menghadapi musibah yang sedang terjadi,” Ujar Keupiyah Seuke.

Terpantau dilapangan sejumlah anggota hadir DPRA bersama rombongan diantaranya Iskandar Usman Alfarlaki, Tgk Yunus dan Martini dl selain itu hadir juga Anggota DPRK yakni Fattah Fikri dan Junaidi.
Terpantau di lokasi kunjungan, para anggota DPRA dan DPRK, akrab bercengkrama dan mengobrol dengan para pengunggsi.

Sembari mereka mendengar keluhan yang disampaikan para korban bencana itu.
Ketua DPRK Aceh Timur Fatah Fikri menyampaikan, akan terus memantau kondisi para korban yang sekarang di tempat pengungsian.

Suasana di posko Birem Bayeun

“Semoga musibah ini cepat berakhir dan warga yang  sekarang menggungsi harus diperhatikan kondisinya, jangan sampai kesehatan mereka buruk, kasihan masyarakat dan pemerintah harus memberikan perhatian yang intens dan kami akan terus memantau,” Ungkap Fatah Fikri.

Tgk Yunus anggota DPRA di setiap posko pengunggsi yang disinggahi selalu menyampaikan, agar para orang tua dapat lebih berhati-hati, jangan sampai lengah menjaga anak kecil, karena arus air yang deras bisa menyebabkan siapapun terseret.

“Jangan biarkan anak-anak bermain diluar pengawasan, kami berharap kejadian di Idi Tunong yang mengakibatkan korban jiwa bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, kata Tgk Yunus disetiap posko pengungsi.

Saat diwawancarai Iskandar Alfarlaki menyampaikan, setiap tahun Aceh Timur selalu di landa banjir namun sarana evakuasi masih kurang memadai baik peralatan maupun persiapan bahan pangan.

“Kedepan Pemerintah Aceh Timur haru siap dengan berbagai kebutuhan, seperti speedboat, harus ditambah lagi jadi disetiap titik banjir ada minimal 2 unit, supaya  evakuasi  korban bisa dilakukan secepat mungkin,” Kata Al-farlaki.

Dia menambahkan, parahnya kondisi banjir merupakan salah satu efek dari alih fungsi lahan hutan yang dilakukan secara besar-besaran, dirinya berharap agar pemerintah baik Aceh Timur dan pemerintah Aceh agar bijak dalam pengelolaan lahan hingga tidak menambah buruk kondisi alam kedepan. (BM) 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *