banner 728x250

Petugas Medis Asik Tidur Seorang Ibu Melahirkan Tanpa Bantuan di RSUD Pijay

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Pidie Jaya, Kelalaian petugas medis adalah bencana bagi daerah tersebut dimana pun itu terjadi.

Seperti yang sedang viral di sosial media,  diamana seorang Ibu muda berinisial RJ (24) warga Gampong Keurisi Meunasah Lueng Kecamatan Jangka Buya Kabupaten Pidie Jaya, terpaksa melahirkan bayi di dalam pempes (pembalut) diruang bersalin RSUD Pidie Jaya, Jumat (15/4) tengah malam karena lambatnya pertolongan dari tim medis.

RJ melahirkan bayi mungil itu, hanya ditemani oleh sang ibu tanpa bantuan tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya,  walau sudah diruang bersalin ia melahirkan tanpa pertolongan,  bayi lahir dengan bantuan sang ibu, petugas datang setelah bayi lahir, kata RJ dengan nada sedih, itupun mereka datang hanya untuk memotong tali pusar, kata dia.

Baca Juga : Diduga Perkosa Anak Kandung, Seorang Ayah Ditangkap Polisi

Ibu muda yang bersuamikan Nurzahri itu saat melahirkan anak kedua becerita kepada sejumlah awak media tentang kisah persalinan yang dialaminya, saya trauma dengan pelayanan medis yang diberikan petugas di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya katanya.

Baca Juga : Cucu Bunuh Nenek Diringkus Polres Aceh Tamiang, Begini Kronologinya

Sebelum mau melahirkan ibu kandung saya memberitaukan kepada petugas medis perihal keluhan diperutnya, akan tetapi petugas tidak menanggapinya, padahal cairan ketuban sudah mulai keluar, dan petugas dengan enteng menjawab pakai pempers aja dulu. Kata RJ

“Pasien ditinggalkan dengan keluarga dan melahirkan bayi sendiri, usai bayi lahir, kakak ipar saya langsung gedor-gedor pintu kamar petugas yang terlihat lagi asyik tidur-tidur di kamar,” katanya.

Baca Juga : Ruko Terbakar, Warga Emosi Akibat Mobil Pemadam Rusak

Menurut pengakuannya, bayi perempuan mungil dengan berat 3.3 kg itu dilahirkan dalam pempers diatas tempat tidur diruang persalinan sekira pukul 02:30 Wib. Setelah bayi lahir baru tim medis datang memberikan pertolongan untuk memotong tali pusat bayi, ujarnya.

Sebelumnya, diruangan itu hanya ada keluarga dan seorang wanita hamil di samping tempat tidurnya yang datang membantu dan berusaha menjaga anak yang baru lahir itu agar tetap hidup, ungkap RJ dengan air mata berlinang.

Dikatakannya, sang bayi bernapas dan menangis setelah melahirkan, saya harus menunggu selama 5-10 menit sampai perawat datang.

Kisah pilu dialami pasien persalinan itu, dimulai sejak malam ketika tiba di rumah sakit umum daerah pidie jaya sekitar pukul 12.00 Wib, saat itu rasa nyeri diperutnya untuk persalinan sudah mulai terasa, kata dia.

Berita ini dibagikan di Halaman Facebook Aceh Terkini, hingga saat ini sudah 726 kali di bagikan dan mendapat 702 komentar dari netizen.

Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari pihak rumah sakit, karena upaya konfirmasi via telpon belum mendapat renspon Direktur RSUD Pidie Jaya.[]

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.