banner 728x250

Polisi Bongkar Penjualan Anak Kandung untuk Pijat Plus-plus

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila –  Jawa Barat, Warga asal Bandung – Jawa Barat ini tega menjual anaknya sendiri yang baru berusia 15 tahun kepada pria hidung belang. DK (laki-laki 35th) dan NK (perempuan 38 th) merupakan pasangan suami istri (Pasutri) mengaku sedang kesulitan masalah ekonomi.

Aksi pasutri itu berhasil dibongkar oleh Satreskrim Polresta Kediri, saat tengah menjajakan anaknya di salah satu hotel di Kota Kediri pada Minggu Sore (28/02/2021)

BACA JUGA : Tertangkap Mesum Dimobil, Oknum PNS Aceh Dicambuk

Kapolres Kediri AKBP Eko Prasetyo melalui Kasat Reskrim AKP Verawaty Thaib mengungkapkan, aksi yang dilakukan DK dan NK ini berlangsung selama bulan Februari 2021 di Kota Kediri, memakai modus menyuruh anak kandungnya sendiri itu untuk melakukan pijat plus-plus di salah satu hotel Kota Kediri.

“Selama bulan Februari, mereka menyewa hotel di Kota Kediri untuk melancarkan aksinya, Terhitung sebanyak 7 kali korban T telah melayani pelanggan,” ujar Kasat Reskrim saat release dihadapan awak media (Selasa, 09/03/2021).

BACA JUGA : Oknum PNS Pembakar Kantor Bupati Bireuen di Tangkap

Lebih lanjut, AKP Verawaty mengatakan, dalam pelayanan pijat plus-plus tersebut tersangka mematok biaya sebesar Rp 250.000 untuk per 1 jamnya. Sedangkan total penghasilan dari pelayanan sebanyak 7 kali tersebut , tersangka bisa mendapat uang sebesar Rp 4.000.000.

“Uang yang diperoleh tersangka digunakan untuk membayar hutang,” imbuh AKP Verawaty.

Dikatakan, terbongkarnya kasus penjualan anak ini sebelumnya diawali atas terungkapnya kasus atas terbunuhnya MY yang tewas di hotel Lotus Garden Kota Kediri beberapa waktu lalu

“Setelah kita selidiki, ternyata korban T juga merupakan teman dari korban MY yang kemarin meninggal dunia. Setelah kita selidiki lebih lanjut, ternyata antara T dan MY dalam konteks ini ada keterkaitan,”kata AKP Verawaty.

BACA JUGA : Tak Bisa Berenang Farhan Ditemukan Meninggal Terseret Arus Sungai

Sementara, NK yang merupakan ibu kandung T mengaku menyesal apa yang telah dilakukan, dirinya mengakui sebelum menjalani profesi ini, dirinya hidup sebagai pemulung.

Menurutnya hidup sebagai pemulung sangat berat, terlebih dirinya mengaku memiliki hutang sebesar Rp 3.000.000, selain itu harus menghidupi ke tujuh orang anak dengan segala kebutuhan, dimana korban T merupakan salah satu anaknya.

“Saya meminta maaf atas segala kekhilafan yang telah saya lakukan,” ucapnya dihadapan awak media.

Atas perbuatannya yang dilakukan, DK dan NK akan dijerat dengan Pasal 88 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 Penjara.

Berita ini telah tayang di  Sepang Indonesia dengan judul : Mengaku Kesulitan Ekonomi, Pasutri Asal Jawa Barat Tega Jual Anak Kandung Sendiri

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.