banner 728x250

Polisi Ungkap Misteri Kematian Radiah di Pantebidari, Ternyata Ini Sebabnya

  • Bagikan
banner 468x60

MEDIAPANCASILA – Aceh Timur, Masyarakat Desa Putoh Dua Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh Timur dihebohkan dengan kabar hilangnya Radiah (49) pada kamis 20/1/2022, mulanya ia diketahui tidak berada dirumah oleh Safri anak korban yang baru pulang dari tempatnya mengaji didayah Nurul Ulum di desa yang sama pada pagi hari.

Setelah dilakukan pencarian korban ditemukan pada juamt 21/1/2022 mengapung dalam sungai dibelakang rumah korban dalam kondisi sudah tak bernyawa, kemudian berbagai asumsi liar masyarakat beredar terkait penyebab kematian radiah yang dianggap menjadi misteri.

Melihat adanya kejanggalan Aparat Kepolisian bergerak menyelidiki kasus tersebut, hingga pada mengarah ke satu terduga pelaku utama hingga pada hari Sabtu, 22 Januari 2022 sekira pukul 14.00 WIB  seoang pria yang merupakan suami korban dengan inisial MH, (62) warga Desa Sido Muliyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.  MH diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban.

Penangkapan MH diungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat,S.I.K.melalui kasat Reskrim polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K.dalam konferensi pers ia mengatakan, Korban (R) dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Kamis, (20/01/2022) pagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Setelah diupayakan pecarian yang dilakukan oleh warga bersama Satreskrim Polres Aceh Timur, Polsek Pantee Bidari dan SAR Kabupaten Aceh Timur, jenazah korban ditemukan pada hari Jum’at, 21 Januari 2022 sekira pukul 10.15 WIB di alur (sungai) yang berada di belakang rumah korban.

“jenazah korban dibawa ke Puskesmas Matang Pudeng, Kecamatan Pantee Bidari untuk dilakukan identifikasi awal oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur yang selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Langsa untuk dilakukan visum et repertum,” ungkap Miftahuda.

Hasil identifikasi oleh dokter forensik dalam rangkaian visum et repertum, diduga korban sudah terlebih dahulu meninggal sebelum tenggelam di sungai dan diperkirakan korban meninggal dunia lebih kurang 40 jam sebelum jenazah tiba di RSUD Langsa, hal tersebut sesuai fakta-fakta hasil identifikasi forensik.

“Dari hasil keterangan forensik tersebut,kami membentuk dua tim, satu tim di lapangan (lokasi kejadian) dan satu tim pulbaket di polres,” ujar Kasat Reskrim.

Baca Juga : Terkait Proyek Pipa Gas, Ketua DPRK Aceh Timur Akan Panggil Pihak PT. Adhi Karya

Sementara itu pelaku yang merupakan suami korban, saat jenazah korban ditemukan ia tidak mengetahuinya, karena pelaku sedang membuat laporan hilangnya korban di SPKT Polres Aceh Timur yang selanjutnya diambil keterangan awal oleh anggota piket SPKT dan piket Satreskrim terkait penyebab atau kronologi istrinya menghilang dari rumah, dan saat dimintai keterangannya oleh anggota piket, pelaku memberi penjelasan berbelit-belit dan berubah-ubah.

Melihat adanya kejanggalan dari keterangan pelaku, tim pulbaket yang berada di polres kemudian melakukan interogasi secara intens. Hal ini disebabkan keterangan pelaku berbanding terbalik dengan keterangan saksi-saksi yang ada di lapangan.

Selanjutnya pada hari Sabtu, (22/01/ 2022) sekira pukul 15.00 WIB, dari hasil penyelidikan di lapangan bersama Unit Resmob dan Penyidik Satreskrim Polres Aceh Timur melakukan interogasi lebih dalam terhadap pelaku yang sedang diperiksa oleh anggota piket Reskrim dan SPKT, sehingga pelaku tidak dapat menghindar dan mengakui semua perbuatan tindak pidana pembunuhan terhadap korban yang selanjutnya pelaku langsung diamankan.

Baca Juga : Tangkap Ratusan Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Polda Aceh Akan Gelar Pers Conference

Dari pengakuan pelaku, pada hari Rabu, tanggal 19 Januari 2022 sekira pukul 23.30 WIB pelaku tidak melihat korban di dalam kamar. Selanjutnya pelaku bangun dan melihat korban berada di luar rumah sedang bermain handphone, hal ini membuat pelaku merasa curiga dan menghampiri korban.

video nasir jamil minta Kapolri robohkan Pos polisi di jalan lintas aceh gebang

Pelaku bertanya kepada korban “kenapa belum tidur dan gelisah kali” akan tetapi korban tidak menghiraukan pertanyaan pelaku yang membuat pelaku tersinggung dan marah, kemudian pelaku merampas handphone dari tangan korban sambil memukul pada bagian wajah korban yang mengakibatkan korban terjatuh.

Melihat korban terjatuh dan memeriksa keadaanya yang diduga telah tidak bernyawa, pelaku panik, kemudian korban digendong dan membawanya ke pinggir sungai seolah-olah korban hilang dari rumah.

“Atas perbuatannya, pelaku dituntut dengan Pasal 338 atau pasal 351 ayat 3 KUHP dan atau pasal 44 ayat 3 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tebntang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun,” Tutup Kasat Reskrim Polres Aceh Timur. (Ruben)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.