banner 728x250

Saat Sujud Shalat Subuh Imam Mesjid dan Istrinya Dibacok Dengan Arit

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Jawa Tengah, Tragedi berdarah dan memilukan menggemparkan warga Temanggung, Seorang Imam Mesjid bernama Muhdori (69) dan Istrinya Trimah (55) dibacok oleh warga dusun sigran desa kemiri kecamatan keloran kabupaten temanggung Jawa Tengah pada Minggu pagi 14 Maret 2021.

 

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi memberikan keterangan terkait pembacokan imam mesjid Al-iman

Pelaku diketahui merupakan tetangga korban yang bernama Mundari (60) sekarang telah di tahan di Polres Temanggung.

BACA JUGA : Pulang dari Malaysia 115 TKI Ilegal Diamankan TNI-AL di Tanjung Balai

Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi mengatakan aksi pembacokan itu terjadi Minggu pagi sekitar jam 04:45 wib bertempat di Mesjid Al-Iman, korban dibacok dengan menggunakan Arit ketika sedang shalat subuh.

“Pelaku melakukan pembacokan beberapa kali dari arah belakang saat korban sedang sujud dalam shalatnya, mengetahui suaminya dibacok oleh pelaku, Istri Korban (Trimah) berusaha menghalangi pelaku juga dibacok dengan sadis” kata Kapolres

BACA JUGA : Menggoda Istri Orang, Tukang Sate Dipukul Dengan Membabi-Buta

Lebih lanjut kata Kapolres, kedua korban dibawa ke RSUD Temanggung untuk mendapatkan perawatan, namun Trimah meninggal dunia sekitar jam 14.00 wib. Sedangkan Suaminya Muhdori masih dalam perawatan intensif dan telah menunjukkan tanda-tanda membaik.

BACA JUGA : Terjaring Razia di tempat hiburan Malam Medan, Oknum Polisi Asal Polda Aceh Positif Narkoba

Setelah kejadian Polisi menyita senjata tajam berupa Bendo Arit yang panjangnya sekitar 30 cm dan kayu yang ujungnya terdapat pisau serta ungkal yang berfungsi sebagai pengasah benda tajam.

Sementara ini Kepolisian masih menyelidiki motif dari kejadian ini, namum informasi awal yang kami terima karena masalah pribadi antara korban dan pelaku yang merupakan tetangga kata Kapolres.

Dalam kesempatan ini Benny juga menghimbau kepada masyarakat Temanggung agar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab, ini adalah masalah pribadi antara korban dan pelaku, bukan masalah agama atau kepercayaan katanya.

“Kepolisian akan terus melakukan penegakan hukum, penanganan yang baik dan penyidikan secara maksimal, kami minta semua pihak menahan diri demi iklim kondusif di Temanggung” tutup Kapolres.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.