banner 728x250

Sadis, Begini Hasil Autopsi Mayat Pria Dalam Karung Di Aceh Timur

  • Bagikan
Mayat Pria yang ditemukan dalam karung diketahui bernama Ridhwan warga Desa Sungai Paoh Kota Langsa
banner 468x60

Media Pancasila – Aceh Timur, Unit Identifikasi Satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Timur turut mendampingi proses autopsi dari penemuan mayat pria di dalam karung dengan kondisi terikat di Jembatan Desa Jeungki, Kecamatan Peureulak Timur yang ditemukan pada Selasa, (20/07/2021) siang. Polisi menduga korban dibunuh terlebih dahulu sebelum dimasukan ke dalam karung.

Dari hasil autopsi, yang dipimpin oleh di dokter Forensik RSUD Langsa ini ditemukan sejumlah fakta diantaranya; pada jenazah Mr.X, kondisi membusuk dan dalam keadaan terikat tali di bagian leher, tangan serta kaki. Diduga korban dibunuh terlebih dahulu kemudian diikat lalu dimasukkan ke dalam karung selanjutnya diberi pemberat bertujuan agar korban tenggelam dan menghilangkan jejak. Perkiraan waktu kematian lebih dari satu minggu.

Tim forensik mengindentifikasi mayat pria yang ditemukan dalam karung di Aceh Timur
Tim forensik mengindentifikasi mayat pria yang ditemukan dalam karung di Aceh Timur
Kaos yang dikekan pria yang ditemukan dalam karung
Kaos yang dipakai pada tubuh mayat yang ditemukan dalam karung di Jeungki Peureulak Timur
Celana yang ditemukan bersama mayat dalqm karung
Celana yang melekat pada mayat pria yang ditemukan dalam karung

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.I.K.,M.H., Menyambutkan, Sejumlah barang bukti diamankan dalam proses autopsi yang berlangsung sejak sore hingga tengah malam ini diantaranya; satu lembar baju bertuliskan Homeland Pekanbaru of Melayu Riau, satu buah kaos singlet warna putih merk JOVAC, satu buah cekana dalam merk Pastis, satu buah celana panjang merk Pergio berwarna hitam ukuran 28, satu buah ikat pinggang tanpa merk berwarna hitam dan sebuah pisau tanpa gagang berbentuk Rencong.

“Ya memang pada hari Senin siang kemarin, ada TKP penemuan mayat seorang pria di Peureulak Timur dan kami menduga telah terjadi tindak pidana pembunuhan,” ujar Eko Widiantoro,

“Tidak ditemukan identitas pada tubuh korban. Diperkirakan usia antara 30 sampai dengan 40 tahun dengan tinggi badan 162 Cm dan wajah mayat Mr. X ini sulit untuk dikenali,” sebut Kapolres.

Dalam autopsi tersebut juga ditemukan sejumlah tanda bekas tindak kekerasan di bagian tubuh korban. Salah satunya pada bagian punggung ditemukan dua bekas luka tusukan.

Kapolres Aceh Timur menambahkan, bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan tanda tanda tersebut di atas, bisa berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Aceh Timur. Demikian tutup Eko Widiantoro.[]

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *