banner 728x250

Seorang Gadis Dibawah Umur diperkosa 10 Remaja

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Langsa, Bagai tersambar petir disiang bolong, begitulah ekspresi warga Langsa kala mendapat informasi dimana kejadian biadab dialami seorang gadis Abg dibawah umur sebut saja Bunga (nama samaran) yang diperkosa secara bergilir oleh sepuluh Remaja, accident tersebut terjadi pada 16/3/2021 sekitar jam 20.30 wib di sebuah rumah kosong di sudut kota tersebut dan ironisnya lagi enam dari sepuluh Pelaku pemerkosaan tersebut masih berstatus pelajar.

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SIK. SH. MH., melalui Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK., dalam siaran persnya perihal kejadian tersebut menyampaikan

BACA JUGA :  Rumah Habis Terbakar, Hanya Anak yang Sempat Diselamatkan Aminah

Kejadian berawal Seorang gadis remaja tersebut dibawa ke rumah kosong di wilayah kota Langsa oleh Tersangka MRA (17) yang masih berstatus pelajar.

Dirumah tersebut sudah ada tersangka MS, (18) dan tersangka BK (19) yang sudah menunggu kemudian disusul oleh tersangka MRE (18), MVP (15) ,MOS (19), MKA (21), NS (17), MH (19), MNH (17) ke lokasi kejadian selanjutnya Bungan diperkosa secara bergilir.

BACA JUGA : Wanita Paruh Baya Meninggal Dilindas Truk Suruhan Suaminya

Dalam penjelasan Kasat Reskrim menambah perbuatan keji itu berawal dari ketidak sanggupan tersangka MRA membayar hutang kepada tersangka MS, sehingga dia memberikan perempuan sebagai ganti hutangnya ke MS untuk dilakukan hubungan seksual, kesempatan ini dimanfaatkan oleh tersangka lainnya untuk mencicipinya manisnya madu si bunga.

Dia melanjutkan setelah pihak Kepolisian menerima laporan dari korban dan mengumpulkan alat bukti, seluruh tersangka sudah berhasil di ringkus di rumahnya masing-masing kecuali BK, yang bekerja sebagai mekanik hingga kini masih buron.

Dalam kasus ini polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan para tersangka saat melakukan aksinya berupa 6 (enam) buah Hp dan 5 (lima) unit sepeda motor serta barang bukti dari saksi dan korban berupa baju lengan panjang, celana jeans, celana dalam dan bra korban serta kain sarung dan jilbab.

Dalam kasus ini Penyidik Polres Langsa menerapkan pasal  Pasal 47 Sub Pasal 46 dan atau Pasal 50 Sub Pasal 48 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Sub Pasal 55 KUHP.

Tersangka diancam dengan hukuman penjara/kurungan paling singkat 150 (seratus lima puluh) bulan dan paling lama 200 (dua ratus) bulan.

Serta pertimbangan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan Pidana Anak dimana terdapat Pengurangan 1/3 Hukuman dari ancaman Orang Dewasa.

Hingga saat ini Pihak Polres Langsa masih memburu BK yang kini berstatus DPO, serta melengkapi berkas tuntutan untuk di limpahkan pihak kejaksaan. Demikian tutup Arif Sukmo. []

 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *