banner 728x250

Terkait Kerugian Petani, Ini Tanggapan Keuchik Manee Rampak

  • Bagikan
banner 468x60

Media Pancasila – Aceh Timur, Keuchik Gampong Manee Rampak, Muhammad Nur, membenarkan bahwa puluhan petani kali ini mengalami penurunan hasil panen secara drastis dan sebagaian lagi gagal panen akibat sedimentasi dari lapangan Sumur Minyak dan Gas AR-1, Alur Rambong PT. Medco E&P Malaka Blok A. Di Gampong Mane Rampak, Kecamatan Julok. Aceh Timur. Kamis. (8/4/21) sebagaimana diberitakan sebelumnya sejumlah Petani dilingkar tambang PT Medco merugikan selengkapnya DISINI

“Kemarin (7/4) sore salah satu humas PT Medco, menghubungi saya sekitar pukul 05:00 sore, mengatakan bahwa ada komfirmasi dari wartawan ke mereka terkait masalah genangan air di sawah gampong Manee Rampak, akibat tanah dari PT medco turun ke saluran air (lueng)” ungkap Keuchik M. Nur saat ditemui di warung kopi gampong setempat.

BACA JUGA : Jelang Ramadhan, Petugas Lapas Idi Donor Darah Dan Razia

Menurut keterangan Keuchik, bahwa pihak PT Medco terkait sedimentasi tersebut akan segera dilakukan pekerjaan oleh mereka. “mungkin dikerjakan dalam minggu didepan ini” ujarnya mengulang kata pihak Medco.

Ayo Baca : Polda Aceh Amankan 8 Orang Yang Diduga Lakukan Pertambangan Ilegal di Lhokseumawe

Keuchik M. Nur juga telah menjelaskan bahwa pada tanggal 22 Januari 2021 telah membuat surat permohonan secara resmi terhadap keluhan para petani dan pada 14 Maret 2021 melalui pesan WhatsApp kepada salah satu pihak PT Medco menanyakan ulang hal tersebut, dan komunikasi terakhir kemarin.

“diawal dulu juga sudah ada pihak PT Medco yang kelokasi, kalo tidak salah ditanggal 27 Januari 2021, untuk melihat langsung yang terjadi pada pertanian warga. Dan saat itu masih belum panen, kepada kami disini mereka berjanji akan segera memperbaiki baik secara manual ” ujarnya

Lebih Lanjut, saat mereka menanyai terkait pengerukan secara manual, mereka juga meminta untuk dibuatkan rinci, Kami menjawab terserah perusahaan. Karena kami juga berfikir seberapa besar kemampuan perusahaan biar tidak terganggu.

BACA JUGA : NASA Mengundang Publik untuk Bergabung di Misi SpaceX Crew-2 Agency

“Perusahaan harus jalan, kita masyarakat juga harus jalan bertani. Jangan sampai perusahaan jalan masyarakat gagal panen seperti ini” tambahnya

Keuchik juga mengungkapkan keheranannya, baru setelah ada konfirmasi dari wartawan kepada pihak PT Medco, mereka menghubunginya

“baru kemarin, mereka menghubungi saya dan bisa ditanyakan ke Tgk Imum, beliau pas sedang bersama saya” ujarnya

Berikut isi surat usulan dalam pekerjaan

“Mengenai usulan paret sawah yang dangkal akibat erosi dari lokasi alur rambong I, setelah kami tinjau bersama masyarakat dan kami ukur panjangnya sekitar 135 meter. Setelah kami ukur atas pertimbangannya sesuai instruksi mengenai harga normalisasi (Penggaliannya) masyarakat mohon Rp. 65.000/M

Sementara itu, saat di tanya terkait permintaan masyarakat yang harus diganti rugi terhadap hasil panen yang turun drastis dan gagal panen oleh PT. Medco. Keuchik M. Nur mengatakan bahwa hal tersebut belum ada pembicaraaan dari para petani, jika nanti ada kita akan coba menghubungi pihak PT. Medco.

“waktu Pak Jol kelokasi yang dituntut petani itu agar endapan tanahnya segera ditangani dan saat itu, belum masuk musim panen sehingga petani juga belum mengetahui hasil panennya. Sekarangkan sudah jelas bahwa petani mengalami kerugian akibat erosi tanah di lapangan Alur Rambong I” ungkapnya tegas

Keuchik juga menjelaskan setelah senin kemarin diadakan acara Khanduri Blang (Sawah) sehingga dalam waktu dekat ini, petani akan segera membajak sawah mereka kembali. menurutnya, jangan sampai akibat belum diperbaikinya aliran tersebut merugikan kembali para petani dan saya yakin itu akan menimbulkan amarah yang lebih besar lagi. (Ariss)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.